Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan






Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


SLEMAN, KOMPAS.com - Obyek wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 150.160 wisatawan selama liburan sekolah. "Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dinilai diluar perkiraan karena liburan akhir sekolah bertepatan dengan bulan puasa sehingga hal ini menggembirakan. "Ini merupakan sesuatu hal yang membanggakan," katanya.

Menurut Ayu, akumulasi angka kunjungan wisatawan selama liburan akhir sekolah tersebut dihitung 17 hari sejak 28 Juni hingga 14 Juli 2013 di berbagai destinasi wisata.

"Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak 15.430 wisatawan yang meliputi Taman Rekreasi Anak (3.452 wisatawan) , Taman Nasional Gunung Merapi (4.543 wisatawan), Jeep Wisata Kaliurang (3.520 wisatawan), dan Museum Ullen Sentalu (3.322 wisatawan)," katanya.

Kemudian, Candi Prambanan dikunjungi 85.103 wisatawan yang terdiri 73.985 wisatawan nusantara dan 11.118 wisatawan mancanegara. Selanjutnya Candi Ratu Boko 11.352 wisatawan meliputi 11.159 wisatawan nusantara dan 193 wisatawan mancanegara, Volcano Tour Cangkingan 27.125 wisatawan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Petugas membantu pengunjung Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, mengenakan sarung batik bermotif Pintu Ratna, Selasa (21/8/2012). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan mulai mewajibkan setiap pengunjung mengenakan sarung batik tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap tempat sakral bagi umat Hindu tersebut serta untuk melestarikan batik. Pada tahap awal, pengelola tempat itu menyiapkan 5.000 helai sarung batik untuk mendukung program Sarungisasi tersebut. Museum Gunungapi Merapi dikunjungi 6.460 wisatawan meliputi 6.330 wisatawan nusantara dan 130 wisatawan mancanegara dan Monumen Jogja Kembali sebanyak 13.678 wisatawan.

"Selain itu wisatawan yang berkunjung ke beberapa desa wisata tercatat 2.364 wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Sidoakur (85 wisatawan), Desa Wisata Tanjung (109 wisatawan), Gamplong (200 wisatawan), Pentingsari (360 wisatawan), dan Pulesari (1.610 wisatawan)," tambah Ayu.

Via: Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan

Cek artikel menarik lain seperti Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan di blog kami.

Hotel di Yogyakarta Beri Diskon






Hotel di Yogyakarta Beri Diskon merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Istidjab Danunagoro, mengatakan sebagian hotel di Yogyakarta pada awal Ramadhan ini memberikan potongan tarif atau diskon sebagai upaya mengantisipasi sepinya tamu yang menginap di hotel.

"Seperti tahun sebelumnya, pada awal Ramadhan banyak hotel di Yogyakarta mengalami penurunan jumlah tamu yang menginap. Penurunan jumlah tamu ini sudah biasa terjadi setiap tahun. Namun, untuk penurunan jumlah tamu pada awal Ramadhan tahun ini tidak seperti tahun lalu, karena saat itu masih dalam suasana masa libur sekolah," kata Istidjab di Yogyakarta, Senin (15/7/2013).

Istidjab mengatakan sepinya tamu hotel pada awal Ramadhan tahun ini sudah diprediksi sejak awal. Namun, sepinya tamu kali ini tidak terlalu jauh dibanding tahun sebelumnya. "Sebab, pada saat itu masih masa libur, jadi beberapa rombongan keluarga masih banyak yang menginap di Yogyakarta," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Istidjab, PHRI DIY berharap pengelola hotel melakukan beberapa terobosan. Paling tidak, efisiensi penggunaan listrik dan air bersih, sehingga biaya produksi bisa ditekan.

"Banyak juga manajemen hotel yang memberikan diskon khusus untuk mendorong okupansi hotel tidak terlalu rendah. Selain itu, dengan memberikan Paket Ramadhan berupa buka puasa di hotel dengan harga khusus," kata Istidjab yang juga General Manager Quality Hotel Yogyakarta ini.

Istidjab optimistis pada masa libur Lebaran nanti, hotel di Yogyakarta masih akan penuh oleh kunjungan tamu yang menginap. "Daya tarik wisata Yogyakarta tidak akan habis. Selain daerah ini dinilai aman dan nyaman, obyek wisatanya melimpah dan beragam," tambahnya.
Via: Hotel di Yogyakarta Beri Diskon

Cek artikel menarik lain seperti Hotel di Yogyakarta Beri Diskon di blog kami.

Tahun Ini Festival Kopi Indonesia Digelar di Yogyakarta






Tahun Ini Festival Kopi Indonesia Digelar di Yogyakarta merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


JAKARTA, KOMPAS.com - Festival Kopi Indonesia (Indonesian Coffee Festival) kembali akan digelar pada 14-15 September 2013. Tahun ini, festival tersebut memasuki kali kedua. Festival Kopi Indonesia pertama yang dilaksanakan tahun lalu berlangsung di Ubud, Bali.

"Tahun ini adalah kali kedua, pertamanya berlangsung di Bali. Untuk kali kedua ini, akan dilakukan di Yogyakarta, tepatnya di Hotel Royal Ambarrukmo," kata Direktur Festival Kopi Indonesia, Yanthi Tambunan, di Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Acara tersebut, lanjut Yanthi, diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Komunitas Kopi Spesial Indonesia. Menurut Yanthi, kopi termasuk dalam ekonomi kreatif, yaitu dari sisi kuliner.

Tak hanya itu, kopi bisa dikembangkan pula dari segi pariwisata yaitu melalui agrowisata berupa kunjungan ke perkebunan kopi. Ia menuturkan Indo nesia memiliki kopi yang sangat beragam.

"Kopi-kopi di Indonesia itu memiliki cita rasa yang berbeda di setiap pulaunya. Mulai dari Sumatera, Jawa, Flores, sampai Papua. Kopi-kopi asal Indonesia di luar negeri itu terkenal. Tetapi di dalam negeri sendiri belum terlalu dikenal," jelas Yanthi.

Oleh karena itu, ia berharap melalui festival tersebut, masyarakat Indonesia semakin mengenal dan mencintai kopi-kopi asal Indonesia. Ada beberapa program yang sudah disiapkan dalam acara festival tersebut.

"Sudah ada rangkaian acara, mulai dari pameran atau bazaar. Lalu para ahli kopi akan berkumpul untuk membicarakan kopi dari hulu ke hilir, jadi dari kebun kopi sampai ke secangkir kopi. Kopi saat ini memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup," tutur Yanthi.

Pameran atau bazaar, lanjutnya, akan diisi oleh berbagai produk yang berhubungan dengan kopi, mulai dari biji kopi, perlengkapan pemrosesan kopi, perlengkapan penyed uhan kopi, mesin kopi, hingga produk kecantikan yang menggunakan kopi.

"Selain pameran, ada barista workshop, kelas roasting (menyangrai), icip-icip kopi atau cupping kopi-kopi asal Indonesia. Lalu mengunjungi kebun kopi di Banaran, Jawa Tengah," tutur Yanthi.

Ada pula acara demonstrasi latte art, forum bisnis iternasional, dan coffee talk yang akan membahas kopi Indonesia di peta dunia. Dalam festival ini juga akan diangkat mengenai kopi tubruk yang merupakan cara penyeduhan kopi khas Indonesia.
Via: Tahun Ini Festival Kopi Indonesia Digelar di Yogyakarta

Cek artikel menarik lain seperti Tahun Ini Festival Kopi Indonesia Digelar di Yogyakarta di blog kami.