Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

5 Pulau Paling Populer di Indonesia Untuk Berlibur






5 Pulau Paling Populer di Indonesia Untuk Berlibur merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

5 Pulau Paling Populer di Indonesia Untuk Berlibur. Dari Sabang hingga Merauke, sekurang-kurangnya ada 5 pulau di Indonesia yang jadi lokasi untuk berlibur favorite traveler. Siapkan koper Anda, mari jalan-jalan ke pulau-pulau yang mempunyai pemandangan alam nan cantik ini!

Untuk masalah pulau, ada kelompok pulau berlibur favorite di Indonesia. Dari Belitung sampai Lombok, inilah 5 pulau berlibur favorite di Indonesia :

1. Bali (49%)

Kata siapa Bali itu menjemukan. Buktinya, Pulau Dewata ini tempati peringkat pertama dalam pulau berlibur favorite di Indonesia serta diambil oleh 1. 931 pembaca. Bali mempunyai semua prasyarat untuk jadi pulau berlibur favorite. Jejeran pantai, danau-danau cantik, sampai gunung disana dapat bikin siapapun jatuh cinta.

Tinggal tentukan, Anda dapat datang ke Pantai Kuta untuk berjemur, picu adrenalin bermain surfing di Pantai Suluban, makan malam romantis di pinggiran pantai di Jimbaran, diving di Tulamben, hirup hawa sejuk di Danau Batur, atau naik Gunung Agung yang jadi titik paling tinggi di Bali. Bila ingin mencari ketenangan di Bali, beranjaklah ke Ubud yang populer untuk bersepeda sembari lihat persawahan hijau atau nikmati spa berkelas disana.

Tetap belum senang? Langkahkan kaki untuk berburu oleh-oleh unik khas Bali di Pasar Sukowati, berburu sunset cantik di Tanah Lot, lihat lumba-lumba di Pantai Lovina, larut dalam situasi syahdu di Istana Terlihat Siring, atau foto-foto di GWK. Janganlah lupa juga untuk lihat tari Barong atau tari Kecak yang mendunia disana. Bali, yes it is paradise!

2. Lombok (27%)

Lombok duduk di peringkat dua dalam pulau berlibur favorite di Indonesia serta diambil 1. 060 pembaca. Ada di samping Pulau Bali, Lombok semakin di kenal traveler lantaran keindahan alamnya yang tetap asri serta eksotis. Yang populer di Lombok, sudah pasti tiga gili, Gunung Rinjani, Pantai Senggigi, serta lokasi pantai selatannya.

Di Pantai Senggigi, Anda dapat menyisir pantainya yang berpasir cokelat serta berjemur disana. Di seputar pantainya juga terdapat beberapa tempat wisata populer, seperti Pura Batu Bolong serta Bukit Malimbu. Di pantai ini jugalah tampak sunset cantik dengan latar panorama Gunung Agung di Bali.

Tiga gili, yakni Gili Air, Gili Meno, serta Gili Trawangan popularitasnya malah telah mendunia. Anda akan lihat jumlah turis asing yang semakin banyak dari wisatawan lokal di Gili Trawangan. Daya tarik pulau kecil ini yaitu pantainya yang putih bersih, dunia bawah laut yang cantik, dan tak ada polusi. Gili Air serta Gili Meno juga tidak kalah cantik untuk didatangi.

Untuk yang sukai bertualang, Gunung Rinjani yaitu tempatnya. Gunung ini mempunyai ketinggian 3. 726 mdpl serta menjanjikan panorama cantik selama perjalanan, seperti Danau Segara Anak. Tidak cuma itu, air terjun Sendang Gile serta Tiu Kelep yang ada di kaki gunungnya juga tawarkan kesejukan. Satu lagi yang populer di Lombok yaitu oleh-olehnya yang berbentuk mutiara!

3. Karimunjawa (10%)

Kepulauan Karimunjawa di laut lepas Jepara, Jawa Tengah diambil sejumlah 396 pembaca untuk pulau favorite di Indonesia. Karimunjawa adalah gugusan kepulauan dengan 27 pulau serta cuma 5 pulau berpenghuni, yakni Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, serta Genting.

Apa yang dapat Anda kerjakan di Karimunjawa? Silahkan bermain pasir pantai yang putih bersih tiada sampah di Pulau Cemara Besar. Dari tepi pantainya, Anda dapat juga lihat gradasi lautan biru serta ungu. Bila Anda sukai dengan pemandangan sunset, mampirlah ke Teluk Gelam. Disana ada sinar keemasan yang terpantul di lautannya.

Pengalaman unik di Karimunjawa dapat Anda peroleh di Pulau Menjangan Besar. Siap-siap untuk datang ke penangkaran hiu serta lihat hewan laut itu dengan terang di depan mata. Juga, ada kolam yang disiapkan spesial untuk tempat berenang berbarengan hiu. Untuk beberapa penyelam, nyeburlah di perairan di Pulau Menjangan kecil. Banyak terumbu karang berwarna putih, kuning, merah, sampai keemasan disana. Cantik!

4. Kepulauan Seribu (8%)

Tidak jauh dari Jakarta, ada Kepulauan Seribu yang duduk di peringkat empat untuk pulau favorite di Indonesia. Diambil sejumlah 299 pembaca, Kepulauan Seribu jadi tempat prima untuk menentramkan pikiran yang tidak jauh dari ibukota.

Pulau-pulau cantik serta perairan biru jernih jadi suguhan dari Kepulauan Seribu. Ada enam pulau yang senantiasa disinggahi traveler, yakni Pulau Tidung, Pulau Semak Daun, Pulau Bira, Pulau Pari, Pulau Harapan, serta Pulau Bidadari. Traveler umumnya snorkeling, bermain banana boat atau berkunjung ke Jembatan Cinta di Pulau Tidung. Sesaat Pulau Semak Daun, yaitu pulau tidak berpenghuni yang sepi serta mempunyai pantai pasir putih.

Di Pulau pari, traveler dapat menjelajahi rimba bakau yang lebat. Diluar itu, ada lagi Pulau Kelor yang jadi perhatian traveler lantaran jadi tempat pesta pernikahan dua artis terkenal Indonesia, yakni Rio Dewanto serta Atiqah Hasiholan. Mereka berdua juga terang-terangan jatuh cinta dengan pesona alam di Pulau Kelor. Bagaimana dengan Anda?

5. Belitung (7%)

Siapa yang tidak kenal Pulau Belitung? Pulau dibagian timur Sumatera ini naik pamor lantaran film Laskar Pelangi. Film itu menghadirkan pesona Belitung yang populer dengan batu-batu granit yang besar.

Bila ingin lihat batu-batu granit yang besar di tepi pantai, datanglah ke Pantai Tanjung Tinggi. Bebatuan disana berjejer demikian saja di tepi pantai serta tingginya ada yang meraih kian lebih dua mtr.. Anda dapat berfoto-foto disana atau naik ke atas batunya untuk lihat lautan cantik di depan mata. Tidak cuma itu, Pantai Tanjung Tinggi juga mempunyai pasir pantai yang putih serta air laut berwarna biru kehijauan.

Bila ingin snorkeling di Belitung, datanglah ke Pulau Lengkuas. Terumbu karang serta biota bawah lautnya tetap benar-benar alami. Bila tengah cerah, Anda bisa lihat terumbu karang berwarna-warni serta bermacam ikan laut yang lucu tiada mesti menyeburkan diri. Pulau Lengkuas juga mempunyai mercusuar yang dapat Anda naiki. Pemandangannya dari atas, janganlah diragukan kecantikannya!

Author: Budi Wibowo
Budi is a professional blogger and part-time web designer living in Bandung, Indonesia.
If you have any great idea for My Paris Van Java City blog, you can always find Budi on Twitter, Facebook or add him to your circle on Google+.


Cek artikel menarik lain seperti 5 Pulau Paling Populer di Indonesia Untuk Berlibur di blog kami.

Menguji Adrenalin di Deburan Ombak Pulau Merah...






Menguji Adrenalin di Deburan Ombak Pulau Merah... merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


BERSELANCAR di atas deburan ombak Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, benar-benar menguji adrenalin. Ombak bergulung-gulung hingga ketinggian dua meter di tengah batu karang dan perbukitan tambang emas Tumpang Pitu. Ombak pun menyapu hingga pantai.

Pulau Merah berada di pesisir selatan Jatim, sekitar 100 kilometer dari Kota Banyuwangi. Pulau itu bak madu sebab menyimpan emas sesungguhnya serta deburan ombak untuk menguji adrenalin. Pantai ini lebih dulu tersohor dengan keindahannya.

Dibandingkan dengan pantai lain di sekitarnya, Pulau Merah memang terlihat berbeda. Pasirnya putih kekuningan dengan bebatuan merah. Di tengah pantai menjulang sebuah pulau kecil tidak berpenghuni. Pulau kecil itu memiliki warna tanah kemerahan sama dengan batu-batu yang ditemukan di tepi pantai. Saat air laut surut, pulau tersebut akan menyat u dengan pantai.

Penduduk lokal biasa menyisir pantai, mencari kerang di sekitar pulau untuk dikonsumsi atau dijual kembali. Sehari-hari, kawasan ini hanya diisi dengan beberapa nelayan yang berperahu cadik atau penjaring ikan.

Berbeda dengan kawasan wisata lain yang sudah ramai dengan hiruk pikuk aktivitas manusia, Pulau Merah terkesan lebih tenang dan sepi. Letaknya sedikit tersembunyi. Jalan masuk menuju kawasan wisata ini melewati kompleks kantor eksplorasi emas Tumpang Pitu.

Di rumah warga

Untuk menjangkau kawasan ini diperlukan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa. Angkutan umum hanya mencapai pusat Kecamatan Pesanggaran. Meski letaknya tersembunyi, peselancar tak lagi asing lagi dengan Pulau Merah. Pada bulan tertentu, seperti Mei, mereka berdatangan untuk menikmati gulungan ombak di pantai selatan itu. Peselancar juga rela menginap di rumah warga karena memang belum ada penginapan atau hotel.

< img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/05/25/0754508-pulau-merah-di-kecamatan-pesanggaran-kabupaten-banyuwangi-jawa-timur.jpg-780x390.jpg" alt="" />Kompas/Agnes Swetta Pandia Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Ombak di kawasan ini mungkin tak setinggi Pantai Plengkung, Banyuwangi, yang legendaris. Namun, peselancar mula atau yang ingin sekadar santai berselancar sudah bisa menikmati gelombang pantai di Pulau Merah yang lebih aman dan nyaman. Apalagi, belum ada tempat berselancar seperti di Pulau Merah yang dikelilingi bukit dan batu karang.

Akhir Mei lalu, kompetisi selancar internasional pun digelar di pantai itu. Layaknya bersolek, pantai yang semula tenang dan sepi kini penuh turis. Fasilitas umum dibangun dan pantai bersih karena warga pasti mengambil sampah dan menjualnya kepada perusahaan. Jalan menuju kawasan ini yang semula rusak berat pun diperbaiki menjadi mulus dan lebar.< br />
Rumah warga di kawasan pantai yang sebelumnya dikontrak oleh perusahaan eksplorasi emas diubah menjadi homestay bagi turis. Taksi pun didatangkan untuk mengangkut peserta selancar yang menginap di hotel, sekitar 10 kilometer dari lokasi. Pantai yang biasanya hanya diisi dengan beberapa perahu cadik diisi pula dengan deretan kursi jemur lengkap dengan pelayanan pijat kaki.

Aroma ikan bakar yang dimasak oleh koki, yang sebagian besar adalah warga lokal, menyebar di sekeliling pantai. Acara makan malam pun diadakan di pantai dengan iringan deburan ombak dan dihiasi yang gemerlap dengan lampu hias. Ramainya kawasan pantai membuat penduduk setempat ketiban rezeki musiman.

Sunaryah (50) yang sehari-hari berjualan ikan laut tak hanya menikmati larisnya penjualan ikan, tetapi juga bisa jadi koki dadakan. Sepekan sebelum kompetisi selancar dimulai, ia sudah sibuk menjadi koki barbecue di tepi pantai.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memang m enggali potensi emas kawasan ini dengan menjualnya sebagai kawasan wisata kelas internasional. Kompetisi selancar menurut rencana digelar setiap tahun untuk memopulerkan pantai itu sebagai destinasi wisata dunia.

Kami mendatangkan tenaga trainer hotel untuk melatih warga lokal melayani wisatawan agar profesional. Dengan cara demikian, warga akan kecipratan rezeki, kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Saat kompetisi selancar usai, warga masih bisa melayani wisatawan yang datang berkunjung. Wisatawan peselancar memang datang musiman. Namun, wisatawan lokal diharapkan terus mengalir selama keindahan pantai Pulau Merah masih bisa dinikmati. Bersinergi dengan kawasan lain, seperti Taman Nasional Merubetiri yang terletak 10 kilometer dari pantai Pulau Merah, pantai itu akan menjadi tujuan ekowisata.

Emas terpendam

Bagi warga, Pulau Merah adalah keindahan. Namun, bagi peneliti geologi, Pulau Merah adalah harta yang terpendam. Warna merah bebatuan di pulau itu menandakan adanya kandungan mineral berharga, seperti emas, perak, krom, dan tembaga di dalamnya. Merah warna bebatuan itu bisa dilihat jelas di bagian tebing pulau yang terekspos karena longsor.

Kompas.com/ M. AGUS FAUZUL HAKIM Seorang pengunjung pantai Plengkung di Banyuwangi tengah mencari titik bidik lensa kameranya. Pada saat musim gelombang, pantai tersebut banyak dikunjungi para peselancar. Dalam peta pertambangan emas, Pulau Merah masuk dalam zona kawasan yang mengandung emas, seurat dengan Bukit Tumpang Pitu yang kandungan emasnya diperkirakan mencapai 2 juta ounce. Saat memasuki jalan menuju pantai, Anda pun akan melewati kompleks kantor perusahaan pertambangan besar.

Saat ini, perusahaan pertambangan masih mengeksplorasi kawasan Tumpang Pitu. Namun, eksploitasi sudah dulu dilakukan oleh pertambangan rakyat sejak 2007. Menurut peneliti dari Universitas Tujuh Belas Agustus, Banyuwangi, Susintowati, aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh petambang tradisional telah merusak lingkungan.

Pencemaran merkuri telah ditemukan di muara sungai Pantai Lampon yang terletak 10 kilometer dari timur pantai Pulau Merah. Merkuri yang terkandung di bekas limbah pemurnian emas mencapai 600 kali lebih tinggi dari standar toleransi alam yang hanya 0,01 ppm. Kerang dan siput di kawasan itu pun sudah terdeteksi menyerap merkuri. Namun, hingga kini belum ada upaya untuk mengatasi pencemaran itu, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Begitu dekatnya kawasan yang tercemar dengan Pantai Merah menjadikan kawasan itu rawan. Bisa jadi kelak ketika penambangan emas masif berjalan dan tanpa pengawasan yang ketat, ekowisata pantai Pulau Merah yang sudah dipromosikan tinggal nama.
Via: Menguji Adrenalin di Deburan Ombak Pulau Merah...

Cek artikel menarik lain seperti Menguji Adrenalin di Deburan Ombak Pulau Merah... di blog kami.

Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan






Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


SLEMAN, KOMPAS.com - Obyek wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dikunjungi sebanyak 150.160 wisatawan selama liburan sekolah. "Jumlah tersebut melampaui target yang ditetapkan sebanyak 50.000 wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi, Selasa (16/7/2013).

Menurut Ayu, pencapaian tersebut dinilai diluar perkiraan karena liburan akhir sekolah bertepatan dengan bulan puasa sehingga hal ini menggembirakan. "Ini merupakan sesuatu hal yang membanggakan," katanya.

Menurut Ayu, akumulasi angka kunjungan wisatawan selama liburan akhir sekolah tersebut dihitung 17 hari sejak 28 Juni hingga 14 Juli 2013 di berbagai destinasi wisata.

"Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi kunjungan ke obyek wisata Kaliurang sebanyak 15.430 wisatawan yang meliputi Taman Rekreasi Anak (3.452 wisatawan) , Taman Nasional Gunung Merapi (4.543 wisatawan), Jeep Wisata Kaliurang (3.520 wisatawan), dan Museum Ullen Sentalu (3.322 wisatawan)," katanya.

Kemudian, Candi Prambanan dikunjungi 85.103 wisatawan yang terdiri 73.985 wisatawan nusantara dan 11.118 wisatawan mancanegara. Selanjutnya Candi Ratu Boko 11.352 wisatawan meliputi 11.159 wisatawan nusantara dan 193 wisatawan mancanegara, Volcano Tour Cangkingan 27.125 wisatawan.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Petugas membantu pengunjung Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, mengenakan sarung batik bermotif Pintu Ratna, Selasa (21/8/2012). Pengelola Taman Wisata Candi Prambanan mulai mewajibkan setiap pengunjung mengenakan sarung batik tersebut sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap tempat sakral bagi umat Hindu tersebut serta untuk melestarikan batik. Pada tahap awal, pengelola tempat itu menyiapkan 5.000 helai sarung batik untuk mendukung program Sarungisasi tersebut. Museum Gunungapi Merapi dikunjungi 6.460 wisatawan meliputi 6.330 wisatawan nusantara dan 130 wisatawan mancanegara dan Monumen Jogja Kembali sebanyak 13.678 wisatawan.

"Selain itu wisatawan yang berkunjung ke beberapa desa wisata tercatat 2.364 wisatawan, yang terdiri atas Desa Wisata Sidoakur (85 wisatawan), Desa Wisata Tanjung (109 wisatawan), Gamplong (200 wisatawan), Pentingsari (360 wisatawan), dan Pulesari (1.610 wisatawan)," tambah Ayu.

Via: Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan

Cek artikel menarik lain seperti Sleman Dikunjungi 150.160 Wisatawan di blog kami.

Obyek Wisata di Bengkulu Sepi Pengunjung






Obyek Wisata di Bengkulu Sepi Pengunjung merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


BENGKULU, KOMPAS.com - Tidak seperti pada musim liburan biasanya, pada seminggu terakhir liburan sekolah, seperti terlihat pada Sabtu dan Minggu (14/7/2013), obyek wisata di Kota Bengkulu justru sepi pengunjung.

Dua obyek wisata unggulan Kota Bengkulu, yaitu Benteng Marlborough dan rumah pengasingan Bung Karno, yang biasanya ramai dikunjungi pelajar, saat liburan ini malah sepi.

Apabila pada liburan sekolah jumlah pengunjung Benteng Marlborough bisa mencapai sekitar 600 orang, Minggu hingga siang hari jumlah pengunjung itu tak sampai 50 orang. Pengunjung yang sepi juga terjadi di rumah pengasingan Bung Karno di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Menurut petugas jaga di Benteng Marlborough, Almidianto, Minggu, sepinya kunjungan sepekan terakhir disebabkan oleh liburan sekolah bertepatan dengan bulan puasa.

Saat libur Lebaran nanti baru ramai wisatawan. Kalau sekarang, paling ramai sore hari oleh anak muda yang menunggu saat berbuka puasa, ujarnya.
Via: Obyek Wisata di Bengkulu Sepi Pengunjung

Cek artikel menarik lain seperti Obyek Wisata di Bengkulu Sepi Pengunjung di blog kami.

Torosiaje, Keindahan Pesona dari Gorontalo di Teluk Tomini






Torosiaje, Keindahan Pesona dari Gorontalo di Teluk Tomini merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


DI bagian barat Provinsi Gorontalo ada sebuah kampung yang berdiri di atas permukaan laut Teluk Tomini, namanya Torosiaje. Kampung yang berdiri sejak 1901 itu dihuni suku Bajo yang dikenal sebagai pelaut tangguh. Kini, Torosiaje menjelma menjadi perkampungan wisata yang elok dan menampilkan pesona lain dari Gorontalo.

Torosiaje kini merupakan perkampungan yang terletak 600 meter dari daratan Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, atau sekitar tujuh jam perjalanan darat menuju arah barat dari ibu kota Provinsi Gorontalo. Setiba di dermaga Torosiaje, pengunjung akan disambut ojek perahu yang banyak bersandar di dermaga. Setiap penumpang dipungut Rp 2.000 menuju Torosiaje yang memakan waktu 10 menit berperahu.

Rumah-rumah di Torosiaje berupa rumah panggung yang semuanya berbahan kayu. Setiap rumah terhubung dengan koridor yang menjadi jalan utama selebar 2 me ter dan panjangnya 2,2 kilometer berpola huruf U. Asyiknya, berkeliling di sela-sela rumah di Torosiaje ibarat menyusuri gang-gang sempit permukiman di Jakarta dengan perahu.

Dalam sejarah yang diceritakan secara turun-temurun, toro dalam bahasa Bajo adalah tanjung dan siaje merupakan julukan kepada seseorang yang berarti si aje (si haji). Artinya, Torosiaje adalah tanjung yang ditemukan oleh seorang pria bergelar haji dan dipanggil siaje, saat itu. Awal berdirinya Kampung Torosiaje hanya terdapat puluhan jiwa.

Saat itu, hanya ada sekitar 34 jiwa di awal ditemukannya kampung ini. Lambat laun, jumlahnya makin banyak, bahkan hingga sebagian ada yang pindah ke daratan, ujar Yoote Repi (65), tokoh sekaligus mantan kepala desa di Torosiaje.

KOMPAS/ARIS PRASETYO Kampung Torosiaje di Gorontalo. Kini, Torosiaje sudah menje lma menjadi perkampungan modern yang dihuni sekitar 1.400 jiwa. Tiap rumah sudah teraliri listrik. Dalam banyak kesempatan, sesekali terdengar suara musik yang diputar kencang dari sound system milik warga. Telepon seluler juga bukan lagi pemandangan yang aneh karena anak-anak pun sudah menggenggamnya.

Wisata bahari

Dideklarasikan sebagai Kampung Wisata Bahari pada 2007 oleh pemerintah setempat, Torosiaje menawarkan wisata bahari yang cukup menawan. Pemandangan di pagi hari atau menjelang matahari terbit menawarkan pesona alam yang menyihir. Pantulan cahaya matahari pagi mengubah permukaan air laut di Torosiaje seperti hamparan emas bersinar kekuningan. Hilir mudik perahu orang Bajo yang disebut sope, sangat bagus menjadi sasaran kamera wisatawan yang gemar fotografi.

Panorama saat matahari tenggelam pun tak kalah. Pemandangan detik per detik matahari tenggelam di kaki langit sangat sayang dilewatkan. Saat itu, matahari berub ah warna kemerahan dengan ukuran yang lebih besar ketimbang pada siang hari, akan menjadi sasaran empuk kamera wisatawan. Bahkan, hingga malam hari, keindahan Torosiaje belum habis. Kemilau lampu rumah warga ibarat ratusan kunang-kunang di atas laut.

Di Torosiaje ada kamar penginapan yang berjumlah enam unit yang tarifnya Rp 100.000 per malam. Jika kamar terisi penuh, pengunjung bisa menginap di rumah milik warga yang juga disewakan dengan tarif yang sama di penginapan. Untuk urusan makan tak perlu ada yang dicemaskan di Torosiaje. Menu utama makanan di sana adalah ikan yang benar-benar segar dari laut. Ikan bakar dengan dabu-dabu (sambal khas Gorontalo) adalah menu andalan di Torosiaje.

Jika ada tamu menginap, pengunjung akan dipungut biaya tambahan untuk air bersih. Ongkosnya hanya Rp 10.000 untuk satu bak air berukuran 110 liter, kata Akbar Arsyad Mile (37), penanggung jawab sekaligus pengelola wisata dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pohuwato di Torosiaje.

KOMPAS/ARIS PRASETYO Kampung Torosiaje di Gorontalo. Seandainya kamar penginapan penuh, beberapa rumah warga bisa dijadikan tempat alternatif menginap dengan tarif yang sama. Rumah-rumah tersebut sudah dikemas memang untuk disewakan kepada pengunjung. Jadi, pengunjung tak perlu khawatir kehabisan kamar menginap, terutama saat musim liburan yang selalu dipenuhi wisatawan di Torosiaje.

Salah satu wisatawan yang pernah berkunjung ke Torosiaje, Andri Arnold (35), mengaku terpesona dengan suasana di Torosiaje. Selain menawarkan keindahan panorama laut, suasana tenang dan jauh dari kebisingan membuat pengunjung merasa nyaman saat berada di Torosiaje.

Di Torosiaje, saya bisa puas makan berbagai jenis ikan dengan sambal dabu-dabu. Sampai benar-benar puas. Sesuatu yang jarang didapat di tempat lain, kata Andri yang b ekerja di sebuah perusahaan swasta di Gorontalo itu. (Aris Prasetyo)
Via: Torosiaje, Keindahan di Teluk Tomini

Cek artikel menarik lain seperti Torosiaje, Keindahan Pesona dari Gorontalo di Teluk Tomini di blog kami.

Bukit Peninsula Salah Satu Lokasi Surfing Terbaik Dunia






Bukit Peninsula Salah Satu Lokasi Surfing Terbaik Dunia merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


KOMPAS.com - Pantai-pantai di Semenanjung Bukit (Bukit Peninsula), Bali, adalah surga bagi pecinta selancar mana pun di dunia. Di kawasan tersebut membentang sejumlah pantai yang sempurna untuk serunya menunggang ombak.

Wisatawan peminat selancar benar-benar akan dimanjakan gulungan ombak dan pemandangan memesona di kawasan ini. Tidak mengherankan, National Geographic mendaulat Bukit Peninsula masuk dalam jajaran lokasi surfing terbaik di dunia atau World's 20 Best Surf Towns.

Pantai-pantai di Bali memang sudah lama dikenal sebagai lokasi untuk kegiatan selancar (surfing). Bahkan, kejuaran selancar internasional sudah sering digelar di Pulau Dewata. Bukan tanpa alasan tentunya, itu karena karaktersitik ombak di Bali sempurna untuk kegiatan selancar seperti Pantai Uluwatu, Pantai Padang Padang, dan Pantai Dreamland. Tidak hanya itu saja, akomodasi d an panorama super indah menjadikan pantai-pantai di Bali memiliki keistimewaan tersendiri.

Sebagai kawasan berselancar, Bukit Peninsula tentunya tidak hanya menawarkan gelombang sempurna dan pemandangan memesona. Akan tetapi, juga didukung fasilitas wisata seperti hotel, tempat belajar surfing, restoran, caf, dan tentunya kuliner khas Bali yang nikmat.

Tidak seperti Pantai Kuta yang berada di pusat keramaian pesisir pantai, Bukit Peninsula lebih dekat dengan pedesaan dengan lansekap alam berupa tebing batu. Pantai-pantainya memiliki gelombang ombak yang cocok baik bagi peselancar pemula maupun profesional. Pemandangan dari puncak tebing sangat memesona disempurnakan dengan deretan Pura Hindu di atas bukit.

DOK INDONESIA.TRAVEL Surfing. Peselancar profesional biasanya memilih Pantai Uluwatu dan Pantai Padang Pada ng karena ombaknya lebih menantang. Sementara itu, bagi peselancar pemula lebih memilih ombak di Dreamland yang relatif bersahabat. Waktu berkunjung terbaik untuk bermain dengan ombak di pantai-pantai Bukit Peninsula adalah antara Mei sampai September.

Selain Bukit Peninsula, Lokasi berselancar terbaik dunia versi National Geographic adalah: Hanalei (Hawaii), Tofino (British Columbia), Taghazout (Maroko), Encinitas (California, AS), Bundoran (Irlandia), Florianpolis (Brazil), Byron Bay (Australia), Biarritz (Perancis), Shonan (Jepang), Muizenberg (Afrika Selatan), La Paloma (Uruguay), Montauk (New York), Wrightsville Beach (Carolina Utara), New Smyrna Beach (Florida), Santa Cruz (California, AS), San Sebastin (Spanyol), Nosara (Costa Rica), Paia (Hawaii), dan Raglan (Selandia Baru).
Via: Bukit Peninsula Salah Satu Lokasi Surfing Terbaik Dunia

Cek artikel menarik lain seperti Bukit Peninsula Salah Satu Lokasi Surfing Terbaik Dunia di blog kami.

Rumah Lanting Berganti Wajah






Rumah Lanting Berganti Wajah merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


"Di atas sungai maapung rumah kayu bahatap daun, dinding basusun sirih palindung, panaduh pacang hidup jukung di higa bajarat intang tanjak (di atas sungai ada rumah kayu terapung, atapnya daun rumbia, dinding bersusun sirih, di sisi rumah ada sampan terikat tiang)".

Sekilas lirik awal lagu berjudul Manapuk Banyu di Apar (Menepuk Air di Talam) karya Anang Ardiansyah, maestro lagu Banjar, ini menggambarkan bagaimana rumah lanting yang dipakai sebagai tempat berlindung dengan jukung sebagai tempat mencari penghidupan dulu banyak menghiasi sungai. Kini, seiring perkembangan zaman, keberadaan rumah khas masyarakat Banjar ini perlahan hilang.

Lanting telah digantikan oleh rumah panggung yang lebih permanen meski lokasinya masih sama, yakni di atas permukaan sungai. Bedanya, rumah lanting laksana rakit, mengapung. Rumah permanen yang ada saat ini menggunakan tiang panjan g yang menancap di tepian sungai.

Rumah lanting bisa ditemukan, antara lain, di Kuin Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di kawasan itu, kita bisa melihat rumah lanting yang masih dipakai untuk tempat tinggal atau kios yang menjajakan kebutuhan sehari-hari mengapung di tepian Sungai Kuin yang bermuara ke sungai besar Barito.

Salah satu lanting yang dipakai untuk tempat tinggal adalah milik Hilmi (50), yang ada di depan rumah Main (35). Dari luar, yang tampak hanya bangunan kayu berwarna abu-abu lantaran catnya pudar dimakan usia. Rumah berukuran 7 meter x 4 meter itu fondasinya menancap di beberapa gelondong kayu berdiameter besar. Untuk pelampung, biasanya dipilih jenis kayu yang ringan.

Baru di atas pelampung disusun rangka dasar lantai (gelagar). Biasanya gelagar dibuat dari kayu ulin (Eusideroxylon zwageryi) yang diikatkan pada pelampung memakai pancang dari besi. Setelah itu baru disusun d inding (tawing) berbahan papan. Seiring perkembangan, kini atap rumah lanting terbuat dari seng, bukan lagi rumbia seperti pada masa lalu.

Seperti rumah lainnya, lanting milik Hilmi juga memiliki pintu (lawang) yang menghadap ke sungai dan daratan. Rumah itu dilengkapi jendela kecil (lalungkang) di sisi kiri dan kanan. Bagian dalam terdiri atas ruang tamu dan ruang tidur. Adapun kamar kecil ada di luar, terpisah dari bangunan induk.

Agar tidak larut terbawa air, lanting itu diikat pada tiang kayu yang menancap di dasar sungai. Untuk memudahkan mobilitas penghuninya terdapat titian sempit dari kayu yang menghubungkan rumah dengan daratan atau rumah lain.

Rumah saya ini dulu juga lanting sebelum akhirnya berubah menjadi rumah panggung tahun 1990-an, ujar Main.

Rumah bergoyang

Selain di Banjarmasin, lanting masih bisa ditemui antara lain di Danau Panggang (Kabupaten Hulu Sungai Selatan), Tamban dan Alalak (Kabupaten Barito Kuala), dan Martapura (Kabupaten Banjar). Di Kalimantan Tengah, jenis rumah ini masih mudah dijumpai, seperti di Sungai Kahayan (Kota Palangkaraya) dan Kuala Kapuas (Kabupaten Kapuas).

Menurut Main, pada 1970-an, hampir semua rumah warga yang bermukim di pinggir sungai berbentuk lanting. Rumah itu bergoyang kencang saat ada kapal besar lewat. Sifatnya juga fleksibel, mengikuti ketinggian permukaan air sehingga terbebas dari banjir.

Namun, perkembangan waktu membuat lanting di Kuin Cerucuk berkurang drastis. Kini, yang tersisa tak sampai 10 unit. Itu pun sebagian besar merupakan kios yang hanya bisa dijangkau menggunakan alat transportasi air.

Banyaknya rumah lanting yang hilang dan berganti dengan rumah model baru disebabkan oleh beberapa hal, antara lain, kendala biaya. Untuk membangun sebuah rumah lanting, diperlukan dana besar, terlebih untuk mendatangkan kayu gelondongan yang kini kian sulit dicari seiring menyusutnya hut an. Walhasil untuk memperoleh kayu itu, calon pemilik rumah lanting harus mencari ke tempat yang jauh.

Sebenarnya pelampung bisa juga dibuat dari bambu dalam jumlah banyak yang diikat menjadi satu. Namun, umur pakainya tidak seawet kayu, yang bisa mencapai puluhan tahun. Selain itu, rumah lanting juga lebih riskan. Apabila pemilik lengah, pelampung bisa dicuri orang dengan digergaji.

Hal ini bisa terjadi karena kayu itu memiliki nilai jual, ujar Main, yang siang itu tengah memancing ikan di teras rumahnya yang menghadap ke sungai. Rumah lanting juga rawan rusak. Rumah ini memiliki sifat tahan banjir, tetapi jika air sungai surut, rumah tersebut gampang rusak. Rumah itu akan terdampar di dasar tepian sungai dengan posisi miring.

Masalah lain yang membuat pendirian rumah lanting berkurang adalah perkembangan kios di darat. Saat ini, masyarakat di Banjarmasin memperoleh banyak kemudahan di darat. Mau belanja apa saja sudah ada toko di darat yang menyediakan. Kalau dulu, kan, kehidupan sungai masih ramai, ungkap Rizali (32), warga Kompleks Dasa Maya, Alalak Selatan, Banjarmasin.

KOMPAS/DEFRI WERDIONO Sebuah rumah lanting yang dimanfaatkan sebagai warung di tepi Jalan Pangeran, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, nampak berdiri anggun. Hilangnya rumah lanting diakui oleh Ariffin (60). Pensiunan pegawai Departemen Keuangan ini mengaku waktu kecil pernah ikut bergotong royong membangun rumah lanting di daerahnya. Masyarakat hiruk-pikuk saat mengangkat kayu gelondongan. Hal itu masih teringat jelas di benaknya.

Tahun 1970-an dan 1980-an di sini semua rumah adalah lanting. Kondisi pantai (tepian sungai) juga masih dihiasi rerumputan dan pohon pisang. Namun, saat ini, kondisinya berubah. Semua lanting tidak ada dan kini dipenuhi oleh rumah panggung, ucap Ariffin, yang setahun terakhir menyewa sebuah rumah lanting di dekat Jalan Pangeran, Kelurahan Pangeran, yang posisinya agak di tengah Kota Banjarmasin.

Ariffin menyewa rumah yang didirikan oleh Badan Keswadayaan Masyarakat setempat untuk berjualan soto banjar. Warung yang sengaja dibuat untuk mendukung wisata itu dibangun tahun 2000, lengkap dengan dermaga kecil di sisi kanan dan kelotok yang bisa disewa oleh wisatawan.

Budayawan Banjar, Syamsiar Seman, dalam bukunya berjudul Rumah-rumah Adat Banjar Bahari (Prasarana Hunian Langka), yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menuliskan, lanting merupakan salah satu dari 12 rumah adat yang ada di Banjar. Rumah jenis lain, antara lain bubungan tinggi, gajah baliku, palimasan, palimbangan, dan cagak burung.

Menurut Syamsiar, keberadaan rumah lanting tidak terlepas dari situasi zaman dulu ketika sungai memegang peranan penting dalam kehidupan orang Banjar. Rumah lanting awalnya dihuni oleh nelayan dan dalam perkembangannya digunakan sebagai media berdagang. Ciri bangunan rumah lanting tak berkembang, sederhana.
Via: Rumah Lanting Berganti Wajah

Cek artikel menarik lain seperti Rumah Lanting Berganti Wajah di blog kami.

Masuk Waterbom Jakarta Hanya Rp 90.000






Masuk Waterbom Jakarta Hanya Rp 90.000 merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Selama bulan puasa, seru juga kalau "ngabuburit" diisi dengan bermain-main di air. Waterbom Jakarta pun memberikan harga spesial dalam menyambut bulan Ramadhan.

"Kami ada wahana terbaru Twizter. Twizter itu seperti mangkuk, di tengahnya ada lubang. Jadi riders seperti di-flush (sedot ke bawah)," kata Bayu Ratono dari Waterbom Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Pengunjung yang datang dalam rombongan minimal 20 orang, hanya dikenakan harga tiket masuk seharga Rp 90.000. Dengan harga tersebut, pengunjung mendapatkan tiket masuk, paket makan siang, tiga permainan, tenda dan matras. Promo ini berlaku mulai 8 Juli sampai 4 Agustus 2013.

"Harga reguler untuk anak-anak di weekday Rp 100.000 dan Rp 150.000 untuk dewasa. Kalau di weekend dan liburan, untuk anak-anak Rp 170.000 dan Rp 200.000 untuk dewasa," ungka p Bayu.
Via: Masuk Waterbom Jakarta Hanya Rp 90.000

Cek artikel menarik lain seperti Masuk Waterbom Jakarta Hanya Rp 90.000 di blog kami.

Menikmati "Sunset" di Pura Batu Bolong






Menikmati "Sunset" di Pura Batu Bolong merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

NAMA pantai Senggigi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah tidak asing lagi di telinga wisatawan dalam dan luar negeri. Obyek wisata pantai Senggigi merupakan pelopor dalam memperkenalkan pariwisata Lombok ke luar negeri.

Tahun 80-an, di sepanjang pantai di kawasan ini masih dipenuhi pohon kelapa, jalanan kurang terawat dan sempit. Namun, kini Senggigi berubah menjadi obyek wisata terkenal di Pulau Lombok. Siang hingga sore hari selalu diramaikan wisatawan. Apalagi malam hari, kehidupan malam pun dimulai dengan menjamurnya restoran dan kafe di kawasan itu.

Melihat matahari terbenam (sunset) merupakan momen yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan di sepanjang pesisir pantai barat Pulau Lombok. Banyak tempat untuk melihat sunset dengan latar belakang Gunung Agung di Pulau Bali.

Salah satunya adalah Pura Batu Bolong. Lokasi Pura Batu Bol ong tak jauh dari Senggigi. Bila Anda hendak menuju Senggigi dari Kota Mataram, ibu kota Provinsi NTB, pasti melewati Pura Batu Bolong.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pura Batu Bolong mengingatkan akan keberadaan Pura Tanah Lot di Tabanan, Bali, yang sama-sama berada di pinggir pantai. Hanya saja Pura Batu Bolong dengan pasir hitamnya memiliki lubang atau bolong di tengahnya sehingga dinamakan batu bolong.

Sejarah keberadaan Pura Batu Bolong tak lepas dari perjalanan seorang pendeta Hindu dari Jawa Timur, Dang Hyang Dwijendra ke Pulau Lombok yang melakukan perjalanan dari Jawa dan Bali. Beliau kerap berpindah-pindah tempat.

Selain mengelilingi pantai selatan Pulau Bali, beliau melanjutkan peralanan spiritual ke kawasan Bali Utara. Seperti Pura Pulaki hingga k e Pura Ponjok Batu, sebelum melanjutkan perjalanan menyeberang ke Pulau Lombok.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong di Pulau Lombok, NTB. Di tempat terakhir itulah Dang Hyang Dwijendra disebutkan sempat menolong beberapa orang bendega atau nelayan perahu yang karam dekat Ponjok Batu. Para bendega asal Lombok yang diselamatkan beliau itu konon turut mengantarkan Dang Hyang Dwijendra yang juga disebut dengan nama Ida Peranda Sakti Wawu Rauh sampai ke Lombok dan menjejakkan kaki di Batu Bolong.

Bagi umat Hindu, Pura Batu Bolong yang berhadapan dengan Selat Lombok dan Gunung Agung di Bali ini memiliki atmosfer spiritual yang mampu memberikan kedamaian dan ketenangan bagi para umat yang bersembahyang di pura ini.

Minggu (30/6/2013), lima pemenang kompetisi foto "Explore Indonesia" yang diadakan Burufly.com tiba di Pulau Lombok untuk memulai kegiatannya berburu foto di obyek-obyek wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kelima pemenang itu adalah Irvan Darmawan, Hadi Setia Darma, Afriandi, Tirta Subhakti Winata, dan Hendro Jap.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Umat Hindu bersembahyang di Pura Batu Bolong, Pulau Lombok, NTB, Minggu (30/6/2013). Burufly.com merupakan portal web berbasis jaringan sosial dengan menitikberatkan pada pariwisata. Kelima pemenang ini mendapatkan tiket ke Lombok yang disponsori oleh H.I.S Tour & Travel setelah lolos seleksi dari tim juri berdasarkan foto-foto yang diunggah ke Burufly.com.

Setelah tiba di Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah kelima pemenang langsung menuju The Santosa Villas & Resort di kawasan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat yang memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan bus.

Begitu proses check-in selesai dan diberi waktu 30 menit berkemas-kemas, mereka langsung meluncur ke Pura Batu Bolong yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 menit dari resort untuk menyaksikan matahari terbenam (sunset). "Kalau cuaca cerah, kita bisa melihat matahari terbenam dengan latar belakang Gunung Agung," kata Surya Pratama, pemandu wisata yang mengantarkan peserta selama berada di Pulau Lombok.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong, di Pulau Lombok, NTB. Surya benar, sore itu cuaca cerah di Pura Batu Bolong. Umat Hindu terlihat begitu khusuk bersembahyang di pura yang terletak di batu karang pada ketinggian 4 meter tersebut. "Wow, indahnya pemandangan dari sini," kata Irvan ketika memasuki kawasan Pura Batu Bolong.

Masing-masing peserta lantas menyebar sete lah memasuki Pura Batu Bolong. Mereka mengeluarkan kamera dan memulai menjepret obyek-obyek yang sangat menarik di Batu Bolong. Gemuruh ombak memasuki karang yang bolong atau berlubang semakin menambah semangat para peserta berburu foto di sini.

Bahkan mereka memasuki area tempat bersembahyang di mana saat itu dipenuhi umat Hindu yang sedang bersembahyang memuja Idang Sang Hyang Widi Wasa atau Tuhan YME. Bau dupa dan harumnya bunga membuat jiwa dan pikiran semakin tenteram berada di tempat yang suci.

Pura Batu Bolong tak hanya dikunjungi umat Hindu yang akan beribadah, namun juga kerap didatangi para fotografer. Apalagi saat matahari semakin tenggelam di ufuk barat, betapa indahnya melihat sunset dari sini.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batubolong di Mataram, NTB. Saat matahari perlahan-lahan tenggelam di bali k Gunung Agung, kamera para fotografer tak henti-hentinya merekam peristiwa tersebut. Mereka tak ingin menyia-nyiakan peristiwa tenggelamnya matahari ditemani deburan ombak dan harumnya bunga di tengah keheningan umat Hindu bersembahyang di Pura Batu Bolong...
Via: Menikmati "Sunset" di Pura Batu Bolong

Cek artikel menarik lain seperti Menikmati "Sunset" di Pura Batu Bolong di blog kami.

Oase Tersembunyi di Tengah Gurun Pasir






Oase Tersembunyi di Tengah Gurun Pasir merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Bayangkan danau kecil dikelilingi berbagai tumbuhan dan pepohonan. Di dua sisi bangunan utama berdiri dua cottage kecil terbuat dari bambu, mengandalkan sumber cahaya dari sinar matahari, dengan kapasitas hanya 80 kursi.

Tambahkan iPad di setiap meja sebagai pengganti menu makanan konvensional. Sebuah sentuhan kecil yang mengingatkan bahwa Anda berada di abad modern.

The Farm adalah sebuah restoran yang berada di pemukiman eksklusif Al Barari. Cukup sulit untuk menemukan tempat ini jika tidak menggunakan GPS atau sudah familiar dengan Jalan Raya Sheikh Mohammed bin Zayed yang berada di lingkar luar Dubai, Uni Emirat Arab.


OASE di tengah gurun pasir. Gaya abad ke-21.

Memasuki area Al Barari sesaat membuat saya lupa bahwa tempat ini berada di tengah-tengah gersangnya gurun pasir. Jalan masuk ke pemukiman hanya muat untuk satu jalur mobil, dengan pagar tumbuhan yang tinggi dan lebat di kedua sisi.

Jalan yang berliku ini dilalui selama hampir sepuluh menit. Seakan tengah memasuki labirin Queen of Hearts ala Alice in Wonderland, menuju ke Tea Party The Mad Hatter!

Memasuki The Farm dengan gerbangnya yang terbuat dari bambu, kursi malas gantung yang berjejer di pekarangan menyambut. Ada tiga bangunan yang seakan tembus pandang karena didominasi jendela-jendela besar.

Asih Wulansari Restoran The Farm di Dubai, Uni Emirat Arab. Tambahan lagi berbagai jenis tumbuhan dan pepohonan yang pastinya tidak berasal dari tanah Arab. Suasana ini mengingatkan saya pada Bali.

Sesuai dengan konsepnya yang peduli lingkungan, restoran ini hanya menyajikan makanan yang terbuat dari bahan organik, termasuk roti yang mereka olah sendiri. Anda tidak akan menemukan jenis ikan yang hampir punah misalnya, atau sayuran yang bukan pada musimnya.

Asih Wulansari Menu menggunakan iPad di restoran The Farm. Perangkat iPad menggantikan bentuk menu tradisional dengan tujuan menghindari penggunaan kertas dan untuk memudahkan pergantian isi menu. Untuk melengkapi suasana yang natural, kedua cottage tidak menyalakan lampu sampai saat matahari terbenam, hanya mengandalkan sinar matahari.

Pada akhir pekan, The Farm buka dari jam 8.30 pagi sampai 10.30 malam. Restoran ini menyajikan menu khusus sarapan, juga paket afternoon tea di sore hari. Namun saya sengaja datang sesaat sebelum jam 7 malam, agar dapat menikmati matahari terbenam selagi mulai menyantap hidangan makan malam.

Dengan suasana redup beberapa menit sebelum matahari terbenam, pemanda ngan kolam di depan mata dan hanya kurang dari sepuluh meja di cottage yang saya tempati. Cukup membantu mengalihkan perhatian saya dari perut yang kosong.

Ada beberapa pilihan hidangan utama berupa menu khas barat ataupun timur. Cukup mengesankan karena Anda bisa melihat gambar dan detail setiap hidangan dengan jelas dari layar iPad.

Setelah membaca tuntas setiap hidangan, pilihan saya jatuh pada Tomato Tatin sebagai hidangan pembuka. Semata-mata karena tampilan dan kombinasinya yang tidak biasa. Tomat yang diisi dengan keju kambing dan rocket salad di sisi terasa menyegarkan.

Hidangan pembuka kedua adalah Thod Man Goong Man Po. Rasa dan bentuknya selayaknya Thais Crab Cake, walau dengan tambahan udang. Ditambah dengan berbagai jenis roti, favorit saya adalah brioche yang sangat lembut dan mentega yang seakan meleleh ketika dioleskan, hidangan pembuka ini cukup untuk mengisi perut tanpa membuat saya ter lalu kenyang.

Pilihan untuk hidangan utama jatuh pada Seabass Fillet, salah satu signature main dishes di The Farm. Ikan seabass yang digoreng garing ini ditumpuk di atas ubi yang dihancurkan halus.

Ubi menjadi pilihan yang menarik sebagai pengganti kentang tumbuk. Di atasnya ditaburi irisan halus lobak dan sejumput sayuran dan saus putih di sisinya. Hidangan ini cukup memuaskan, walau sayang tidak sememukau gambarnya.

Asih Wulansari Coconut Apricot Parfait Cukup lama saya tertegun sebelum memilih Coconut Apricot Parfait sebagai hidangan penutup. Bukan karena terlalu banyak pilihan, tetapi karena dibandingkan dengan pilihan menu pembuka dan utama, menu penutupnya sangat terbatas dan tidak bisa dibilang unik.

Walau ternyata hidangan penutup ini ternyata sama sekali tidak mengecewakan . Apalagi manisnya kontras dengan kopi espresso pahit yang saya pesan.

Dengan konsep yang menyegarkan, mengingat saya berada di Timur Tengah, tempat ini patut dapat pujian. Cukup mendekati tagline restoran ini yang bisa dibilang teramat percaya diri: "The best restaurant in Dubai".

Di tengah-tengah persaingan restoran-restoran unik yang banyak bermunculan di Dubai, apakah The Farm mampu menarik saya untuk kembali ke sana? Tentu saja. Bukan dari kelezatan makanannya, tetapi dari suasana dan lokasinya yang membuat saya menemukan oase di tengah musim panas Uni Emirat Arab. (ASIH WULANSARI, penulis menetap di Dubai, Uni Emirat Arab, dan bisa dihubungi melalui Twitter @woewland)
Via: Oase Tersembunyi di Tengah Gurun Pasir

Cek artikel menarik lain seperti Oase Tersembunyi di Tengah Gurun Pasir di blog kami.

Papua Promosi Pariwisata di Bali






Papua Promosi Pariwisata di Bali merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Promosi Pariwisata Papua di Bali. Provinsi Papua dan Papua Barat melakukan promosi pariwisata di Provinsi Bali, karena Bali merupakan ikon pariwisata Indonesia yang sudah dikenal di dunia.

"Bali memang sudah menjadi daya tarik pariwisata dunia, sehingga sangat tepat Pulau Dewata untuk dijadikan tempat berpromosi obyek wisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua, Edi Sumarwan, pada acara promosi pariwisata Papua dan Papua Barat di Kuta, Jumat (5/7/2013).

Edi mengatakan dengan melakukan promosi pariwisata di Bali diharapkan agen perjalanan wisata dan para wisatawan akan lebih mengenal obyek-obyek wisata yang ada di Papua dan Papua Barat.

"Obyek wisata di kedua provinsi tersebut sangat eksotis pemandangan alamnya, termasuk juga terumbu karangnya masih lestari. Obyek wisata Raja Ampat cukup dikenal bagi wisatawan yang gemar menyelam, karena ham pir 70 persen jenis terumbu karang lautnya ada di objek bawah laut itu," katanya.



Menurut Edi, wisatawan yang dijaring adalah wisatawan yang berkualitas, karena hal ini mengutamakan kelestarian alamnya agar tetap terjaga. "Karena semakin banyak datang wisatawan yang tak peduli dengan lingkungan, maka dampaknya berpengaruh lebih cepat kerusakan alam tersebut," ucapnya.

Edi melanjutkan, kalau dari infrastruktur di obyek-obyek wisata sudah memenuhi standar. Bahkan penunjang, seperti keberadaan hotel bahannya menggunakan bahan-bahan lokal setempat. "Bahan bangunan penunjang fasilitas obyek wisata, seperti hotel diambil bahan lokal, termasuk juga tenaga kerjanya melibatkan masyarakat setempat," ujar Edi.

Namun, Edi juga mengakui biaya transportasi udara menuju dua obyek wisata di Provinsi Papua dan Papua Barat cukup tinggi. "Memang biaya perjalanan menuju Papua dan Papua Barat cukup tinggi, karena itu yang datang saat ini adalah wisatawan kelas ek sekutif dan berkualitas," katanya.

Kegiatan promosi pariwisata daerah tersebut akan diselenggarakan selama dua hari hingga Minggu (7/7/2013) di Pusat Perbelanjaan Centro, Jalan Kartika Plaza Kuta, Bali.
Via: Papua Promosi Pariwisata di Bali

Cek artikel menarik lain seperti Papua Promosi Pariwisata di Bali di blog kami.

Tiga Destinasi Wisata Nan Menyayat Hati






Tiga Destinasi Wisata Nan Menyayat Hati merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.



KOMPAS.com - Tiga negara ini menjadikan sejarah kekerasan di negaranya sebagai tujuan wisata utama. Bukan dikubur atau ditutupi dari rakyatnya, atau mata dunia.

Jika umumnya area turis identik dengan keindahan dan kenyamanan, kali ini di balik. Sejarah yang penuh noda darah, dosa, dan kekejian di masa lalu justru dikemas dan dijadikan daya tarik wisata tersendiri.

Setidaknya ada tiga negara di kawasan Indochina, yakni Laos, Vietnam, dan Kamboja yang menawarkan suasana menyayat hati terkait sejarah kekerasan di negara-negara itu.

Kamboja
Ada dua lokasi kekerasan di masa lampau di negeri ini. "Killing Field" dan Genocida Museum.

Killing Field letaknya di Desa Cheung Ek, 15 kilometer atau sekitar 30 menit perjalanan dari kota Pnompenh. Sarana transportasi yang bisa digunakan ke lokasi Killing Field adalah taksi atau pun tuk-tuk. Di kedua tempat ini terjadi penyiksaan yang dilakukan tentara Khmer atas perintah dari rezim Polpot.

Di Killing Field masih tersisa kuburan massal dan penimbunan mayat pascapenyiksaan terhadap rakyat Kamboja yang membangkang kepada penguasa.

Beberapa tempat dijadikan tempat penyimpanan tengkorak korban penyiksaan dan ada area tempat kuburan massal bagi korban perempuan dan anakanak.

Tiket masuk Killing Field seharga 5 dollar AS, lengkap dengan rekaman petunjuk area yang kita lewati. Para turis diminta agar berjalan pela dan tidak membuat kegaduhan, sebagai penghormatan kepada para korban yang masih tertimbun di sana.

Di dalam rekaman dijelaskan detil tentang area mana saja yang merupakan bagian dari sejarah kekerasan itu. Diperdengarkan pula suara rekaman asli lagu dan nyanyian tentara Khmer saat melakukan penyiksaan. Sungguh sangat menyayat hati...

KOMPAS.com/ FIRA ABDURACHMAN Suasana angker masih sangat kental terasa di lokasi yang mengutup tiket masuk seharga 2 dollar AS. Bangunan Genocida Museum beserta isinya adalah juga tempat penyiksaan korban kekerasan rezim Polpot.

Di dalam gedung megah ini, masih tersisa banyak alatalat penyiksaan tradisional dan ruangan penjara tempat pengasingan para tahanan politik saat itu. Suasana angker masih sangat kental terasa di lokasi yang mengutup tiket masuk seharga 2 dollar AS.

Vietnam
Kegigihan rakyat Vietnam melawan negara adidaya Amerika Serikat dapat dilihat oleh mata dunia di Chu Chi Tunnel. Museum itu mengabadikan cara rakyat Vietnam berjuang saat Perang Vietnam.

Dengan menggunakan cara sederhana dan tradisional terlihat kunci kemenangan rakyat Vietnam adalah semangat pantang mundur mempertahankan T anah Airnya. Padahal, alat dan teknik yang digunakan terbilang tradisional sekali.

Misalnya, pembangunan tunnel atau terowongan bawah tanah yang sangat sempit dan gelap sebagai tempat persembunyian. Sulit dibayangkan, bagaimana mereka bisa bertahan hidup di terowongan macam itu.

Adalagi, jebakanjebakan kubangan tanah yang dibuat berlobang dengan pisau atau bambu runcing di bawahnya.

Chu Chi Tunnel terletak jauh sekitar 121 kilometer dari kota Ho Chi Minh. Turis harus menggunakan taksi atau melalui travel agen untuk sampai ke sana.

LaosTidak banyak yang tahu tentang Cope Centre di Vientiene, Laos. Tempat ini mulai dikenal setelah direkomendasikan Lonely Planet --buku panduan bagi traveler atau yang hobi jalan-jalan.

Cope Centre dibangun sebagai yayasan yang membantu korban jatuhnya bom dan alat ledak asal Amerika Serikat di kawasan Laos, sebagai imbas dari perang Vietnam.

Berdasarkan data Cope Centre, setidaknya ada 50.000 korban bom dan alat ledak yang tinggal di kawasan Laos, dan kebanyakkan adalah lakilaki.

Yayasan itu kemudian menyediakan pendidikan bagi para korban ledakan termasuk bantuan alat bantu seperti kaki dan tangan palsu, dan kursi roda. Yayasan ini juga membangun pusat layanan dan informasi bagi masyarakat, termasuk turis, untuk melihat langsung dan mengenal lebih dekat Cope Centre Laos.

Gedungnya yang terletak di Khou Vieng Road ini tidak jauh dari terminal bus dalam kota Vientiene dan Sungai Mekong. Cope Centre memamerkan berbagai hasil kegiatan yayasannya termasuk karya seni untuk mengenang para korban.

Pengunjung juga bisa membeli berbagai souvenir hasil karya para korban yang tak kalah bagus dengan souvenir turis lainnya di Laos.
Via: Tiga Destinasi Wisata Nan Menyayat Hati

Cek artikel menarik lain seperti Tiga Destinasi Wisata Nan Menyayat Hati di blog kami.

Menyaksikan Kelincahan Satwa Ocean Dream Samudera






Menyaksikan Kelincahan Satwa Ocean Dream Samudera merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.


KOMPAS.com - Kapan lagi bisa menyaksikan tingkah polah satwa. Apalagi satwa-satwa yang akan beraksi bukanlah jenis satwa biasa. Sebut saja beruang, kuda nil, lingsang, hingga lumba-lumba. Mereka menunjukkan kecerdasannya dipandu sang pawang.

Ya, di Ocean Dream Samudera (ODS) yang berada di dalam kawasan Ancol Taman Impian, satwa-satwa tersebut berlaku layaknya manusia. Mereka bisa berhitung, bermain bola, dan menari. Namun tetap saja muncul kepolosan dan kejenakaan mereka sebagai seekor satwa.

Penampilan satwa di wahana ini terbagi menjadi beberapa arena, jam pertunjukkan pun berbeda-beda. Ada baiknya begitu masuk, pengunjung mengecek terlebih dahulu jadwal pertunjukkan yang terpampang di dekat loket pembelian tiket.

Pengunjung bisa memulai dari mana saja untuk menyaksikan pertunjukkan satwa ini. Pilih saja yang waktu tampilnya berdekatan dengan jam kedatangan di wahana. Beberapa arena besar pertunjukkan satwa seperti Variety Animals Show, Dolphin Show, Sea Lion Show, dan Underwater Show.

Variety Animals Show. Arena ini mempertunjukkan beberapa satwa sekaligus. Ada kuda nil, linsang, beruang, burung kakak tua, hingga bebek. Dalam pertunjukannya dijamin berhasil membuat pengunjung tergelak.

Linsang dikenal dengan kelincahannya bermain bola hingga mendorong gerobak seperti penjual bakso. Sedangkan kuda nil dengan badannya yang besar memamerkan kemampuan utamanya yakni makan. Namun dari keseluruhan pertunjukkan tersebut tersirat pesan untuk melestarikan dan menjaga satwa.

KOMPAS.com/Fitri Prawitasari Pertunjukkan linsang bermain bola di Variety Animals Show Ocean Dream Samudera (ODS) Ancol Taman Impian Dolphin Show. Lumba-lu mba besar dan lincah siap menghibur Anda. Dipandu dengan sang pawang, lumba-lumba siap melompat-lompat di kolam air pertunjukkan. Hingga atraksi puncaknya yaitu kelihaiannya melompati lingkaran besi yang dipasang cukup tinggi di atas kolam air.

Selain di tempat pertunjukkan, di dalam ODS juga ada tempat penangkaran lumba-lumba. Biasanya untuk lumba-lumba yang masih kecil. Namun pengunjung hanya bisa mengintip dari luar lumba-lumba yang ada di penangkaran, tidak boleh memasuki arenanya.

Sea Lion Show. Singa laut berbadan hitam besar dengan kumis panjang di mulutnya akan bergoyang-goyang di panggung pertunjukkan. Polahnya yang sedikit manja kepada sang pawang justru menjadi hiburan sendiri. Meski demikian ia pun tak mau ketinggalan memamerkan kecerdasannya lewat berhitung dan berjoget dengan bola ditaruh di atas mulutnya.

Underwater Show. Pertunjukkan ini menampilkan lumba-lumba dan putri duyung secara bersamaa n. Berbeda dengan pertunjukan yang lain, mereka menunjukkan atraksi kepada pengunjung lewat kolam kaca besar. Jadi pengunjung seakan menonton bioskop dengan "film" yang diputar berupa tarian lumba-lumba dan putri duyung.

Selain pertunjukkan satwa, pengunjung juga bisa menikmati permainan lain yang ada di dalam arena. Ada rumah pintar sebagai tempat bermain anak-anak. Di sana mereka bisa belajar tentang satwa laut yang dilindungi. Ada juga ubur-ubur yang merupakan arena permainan balon raksasa terbang mengelilingi udara.

Lokasi Ocean Dream Samudera masih berada di wahana pantai barat Ancol. Lokasinya tak jauh dari wahana Atlantis Water Adventure, Danau Monumen dan Seaworld. Fasilitas yang diberikan di dalam wahana cukup lengkap. Mulai dari warung makan mencukupi kebutuhan konsumsi pengunjung, musholla sebagai tempat ibadah, toilet umum, hingga ruang menyusui untuk ibu yang membawa bayi.

ODS beroperasi setiap hari, mulai jam 09.00 sampai jam 17 .00. Kecuali akhir pekan dan liburan, ODS akan buka hingga jam 18.00. Adapun, harga tiket yang diberikan adalah Rp 110.000 per orang.

Setelah puas bermain jangan lupa untuk membeli oleh-oleh. Banyak toko cenderamata di dalam dan di luar wahana menjual suvenir seperti baju dan boneka dengan gambar dan bentuk satwa. Yuk lihat keseruan satwa di ODS.
Via: Menyaksikan Kelincahan Satwa Ocean Dream Samudera

Cek artikel menarik lain seperti Menyaksikan Kelincahan Satwa Ocean Dream Samudera di blog kami.

Waktu Luang Dengan Rafting di Situ Cileunca Pangalengan






Waktu Luang Dengan Rafting di Situ Cileunca Pangalengan merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Sudah menjadi langganan kayaknya bila setiap akhir pekan di Bandung selalu dihantui dengan kemacetan. Dari pada bosan, Anda bisa mencoba serunya rafting di Situ Cileunca, Pangalengan. Dengan arusnya yang cukup deras, menjadikannya cocok sebagai arena uji adrenalin Anda.

Taman Wisata Situ Ciluenca merupakan salah satu objek wisata yang ada di Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Kawasan ini cocok bagi Anda dan keluarga untuk menghabiskan akhir pekan bersama di Kota Bandung.
rafting di situ cileunca pangalengan bandung
image by: detik.com
Taman Wisata Situ Ciluenca memiliki beberapa wahana permainan yang dapat memicu adrenalin, seperti flyingfox, paintball, dan arung jeram. Harga paket yang ditawarkan pun relatif terjangkau, sekitar Rp 150 ribu sampai Rp 185 ribu Anda bisa menikmati beberapa wahana, snack, dan makan siang.

Khusus rafting di Situ Cileunca, Anda akan diajak mengarungi jeram yang cukup menantang. Saat musim hujan seperti sekarang, arusnya bisa lebih hebat. Jadi, selamat mencoba dan selamat berakhir pekan!

Sumber berita: detik.com

Cek artikel menarik lain seperti Waktu Luang Dengan Rafting di Situ Cileunca Pangalengan di blog kami.

Tempat Wisata Petik Strawberry, Ciwidey Bandung






Tempat Wisata Petik Strawberry, Ciwidey Bandung merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Wisata Petik Strawberry Ciwidey sebagai salah satu tempat wisata di Bandung selatan yang menarik buat dikunjungi. Bayangkan seperti memasuki dunia Alice in Wonderland. Anda akan dibiarkan asyik di kebun penuh dengan buah ini yang siap petik dengan warna yang amat memikat. Sebenarnya yang membuat menarik adalah pengunjung bisa langsung memetik buah strawberry sendiri di perkebunan yang telah disediakan sambil ditemani oleh salah satu stafnya bila anda memang menginginkannya.

Selain itu juga anda akan melihat pemandangan nan indah yang menjadi ciri khas daerah Bandung selatan, yaitu perkebunan teh, sawah dan gunung yang hijau seolah bisa menyegarkan mata kita yang sehari-hari ruwet dengan pemandangan kota beserta hiruk pikuknya.

Selain itu udara segar menemani wisatawan selama proses pemetikan dilakukan sehingga suasana tenang, nyaman dan tentram akan didapatkan. Udara dingin memang sangat cocok untuk tanaman strawberry. Buah merah yang kecut-kecut manis itu tumbuh subur di lembang. Dimana-mana kita bisa temukan strawberry di Ciwidey. Dijalan-jalan banyak orang jualan strawberry yang siap santap. Dan harganya tentu saja lebih murah dari harga di Jakarta. Tapi kita juga harus pintar-pintar menawar. Asyik sekali kita bisa langsung merasakan sensasi panen strawberry di kebun petani.

Tempat wisata petik strawberry Ciwidey Bandung
Buah strawberry yang siap untuk dipetik oleh pengunjung
Biasanya wisata petik strawberry Ciwidey banyak dikunjungi para wisatawan pada hari libur panjang, seperti liburan weekend, liburan sekolah, liburan natal dan tahun baru, liburan idul fitri dan hari libur lainnya, biasanya pada hari-hari biasa rata-rata pengunjung sekitar 10-15 orang per harinya sedangkan pada hari libur bisa mencapai 50 orang perharinya. Sebagai tambahan informasi bagi para wisatawan yang hendak mengunjungi tempat wisata ini disarankan pada waktu musim kemarau, karena pada musim kemarau kualitas strawberi sangat baik dibandingkan pada musim hujan.

Wisata petik strawberry Ciwidey tidak menggunakan tiket seperti halnya memasuki kawasan tempat wisata pada umumnya, para pengunjung tempat wisata ini cukup membeli strawberry yang dipetik oleh wisatawan itu sendiri, dalam artian wisatawan hanya membayar sesuai banyaknya strawberry yang dipetik. Rata-rata harga strawberry di Bandung selatan ini sekitar Rp. 35.000 - Rp. 45.000 per Kg nya.

Lokasi dan Transportasi: Tempat Wisata Strawberry Ciwidey


Wisata petik strawberry Ciwidey berjarak sekitar 60 Km dari kota Bandung, bagi pengunjung dari Jakarta dapat melewati jalur tol Cipularang lalu keluar gerbang tol Buah Batu dilanjutkan menuju Soreang kemudian menuju Ciwidey Kabupaten Bandung, apabila menggunakan kendaraan umum dapat menggunakan transportasi Bus atau Elf dari terminal Leuwipanjang yang langsung menuju Ciwidey.

Di Bandung sendiri tempat wisata petik strawberry biasanya terletak di daerah atas seperti Ciwidey, Lembang, Cihanjuang, Cihideung.

Cek artikel menarik lain seperti Tempat Wisata Petik Strawberry, Ciwidey Bandung di blog kami.

Factory Outlet






Factory Outlet merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Factory Outlet atau biasa disebut "FO" merupakan tempat berbelanja yang sangat diminati oleh wisatawan dari luar kota Bandung. Dan yang paling sering terlihat di kota Bandung adalah wisatawan yang berasal dari Jakarta, karena jarak kedua kota dekat hanya 2 jam-an. Alhasil setiap akhir minggu jalanan kota Bandung menjadi macet karena membludaknya jumlah kendaraan berplat nomor "B".

Para wisatawan selain berlibur dengan menikmati suasana adem ayem nan sejuk kota Bandung, mereka mengunjungi FO untuk memuaskan hati bagi yang hobi berbelanja.

Saya punya cerita tentang salah satu FO yang terkenal di Jl Setiabudi, FO ini terbilang cukup luas areanya, menyediakan arena bermain anak-anak dan juga cafe untuk beristirahat sejenak (biasanya para suami yang kelelahan mengantar istrinya berbelanja..hihihi), FO ini bernama Rumah Mode. Kalau harga relatif standar, tergantung pada merk yang anda pilih.

Sekedar saran dari saya, kalau membeli di FO perhatikan barang yang anda pilih dari kualitasnya (banyak kok yang harganya lebih murah tapi kualitasnya lebih baik daripada merk yang terkenal) dan dari harganya (sesuaikan harganya dengan isi dompet anda)

Cek artikel menarik lain seperti Factory Outlet di blog kami.

Ciater - Wisata Air Panas






Ciater - Wisata Air Panas merupakan topik kali ini yang akan kita bahas.

Wisata air panas Ciater merupakan suatu daerah di Kabupaten Subang yang terkenal dengan air panas alami. Air panas yang dihasilkan berasal dari kawah aktif Tangkuban Perahu. Daerah wisata yang terletak tidak jauh dari wana wisata Tangkuban Perahu ini menyajikan panorama alam yang menakjubkan, air panas alami, udara yang sejuk dan hamparan permadani kebun teh nan hijau yang juga menambah keindahan alamnya. Dengan lingkungan yang disajikan, dapat menjadi suatu tempat yang sangat tepat untuk refreshing dan melepas penat dari segala kesibukan sehari-hari.

Dengan dilengkapi berbagai fasilitas wisata yang lengkap, tidak salah kiranya bila Wisata Sari Ater menjadi salah satu obyek terpopuler di Indonesia. Penginapan, tempat makan, arena bermain, kolam renang dan berbagai fasilitas lainnya tersedia disini.

wisata air panas ciater

Tempat wisata air panas ini dapat Anda temui,diantara perbukitan yang berudara cukup dingin dan hamparan perkebunan teh yang indah, menuju Kabupaten Subang dari arah utara Kota Bandung, Nama Ciater cukup populer, selain karena tempat wisata air panasnya juga karena memiliki resort yang indah yang dinamai Sari Ater.

Jarak dari Bandung- Ciater sekitar 25 kilometer, dapat ditempuh selama 1,5 hingga 2 jam perjalanan. Dari pusat Kota Lembang, cukup ditempuh dengan waktu 20 menit saja. Jalan-jalan yang dilalui juga merupakan arena wisata yang indah seperti observatorium Boscha, bumi perkemahan Cikole Lembang, Gn Tangkuban Parahu, Pusat Susu Murni Lembang, atau juga pusat pengembangan hortikultura.

Di Ciater, pengunjung selain dapat menikmati pemandian air panas, juga bisa bersantai di arena wisata yang cukup luas, serta dapat menikmati pelayanan terapi kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian ternyata air panas Ciater mengandung jenis zat seperti belerang, zat kapur dan beberapa zat lainnya yang sangat baik untuk penyembuhan penyakit kulit dan penyakit tulang.

Ciater dibuka setiap hari untuk umum. Selain kolam-kolam renang air panas yang tersedia, pengunjung dapat memesannya untuk berendam air panas di kamar-kamar. Selain air panas, secara bersamaan pun Anda bisa menikmati pemandian air dingin.

Kalo anda butuh guide menuju wisata air panas Ciater, dapat mengontak kami di mutsuclan[at]gmail[dot]com

Cek artikel menarik lain seperti Ciater - Wisata Air Panas di blog kami.